Perwakilan Lampung

About Us

Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf adalah lembaga Amil zakat, infaq dan shodaqoh di bawah Yayasan Abdurrahman Bin Auf berakte No. 22 taggal 21 Oktober 2004 yang disahkan di hadapan Notaris H. Haryanto, SH, MBA.

Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf mengemban misi kemaslahatan umat dengan menghimpun zakat, infaq dan shodaqoh dari para Muzaki, Aghniya dan Dermawan untuk disalurkan kepada umat Islam yang berhak menerima melalui pengelolaan yang amanah, profesional dan sesuai dengan syariat Islam. Dalam upaya mewujudkan misi mulia tersebut, Baitul Maal Abdurrahman bin Auf bertumpu pada tiga strategi utama, yakni : penguatan lembaga, optimalisasi program-program penghimpunan dan pendayagunaan, dan penguatan.
Baitul Maal Abdurrahaman Bin Auf Cabang Lampung yang berdiri 1 januari 2009 dan di launching pada tanggal 8 februari 2009 di masjid Nurul Ulum Islamic Center Rajabasa Bandar Lampung. Lembaga ini berfungsi sebagai lembaga penghimpun zakat, infak, dan shodaqoh umat yang akan kembali ke umat. Maknanya sebagai pengelola dana umat yang mempercayakan zakat, infaq, dan shodaqohnya kepada Baitul Maal Abdurrahman bin Auf untuk kemudian disalurkan kepada umat dengan berbagai bidang kemaslahatan.Diantaranya Anak asuh, santunan fakir, miskin, santunan kesehatan, sunatan massal , dan pemberdayaan ekonomi umat. Baitul Maal Abdurrahman bin Auf mempunyai Visi menjadi lembaga pengelola zakat, infaq dan shodaqoh yang amanah, profesional dan sesuai dengan syariat Islam. Sebagai lembaga penghimpun zakat, infaq dan shodaqoh, menjadi langkah awal pemberdayaan zakat, infak, dan shodaqoh untuk mewujudkan penerapan ekonomi syariah yang diridhoi dan diberkahi oleh Alloh Subahanahu wata’ala. Harapannya adalah terjembataninya kesenjangan aghniya dan dhuafa (orang kaya dan fakir-miskin) sebagaimana yang telah ditujukkan oleh Kholifah V Umar Bin Abdul Aziz, umat Islam hidup sejahtera, sampai-sampai mencari dhuafa (orang miskin) pun kesusahan, kuncinya adalah menjadikan Lembaga Baitul Maal yang ada saat itu sebagai pusat pengendali perekonomian dan keuangan umat, dengan ketegasan Kholifah dalam mengontrol orangorang kaya (aghniya) dan para pejabatnya, mengambil zakat mereka, dan membagikan kepada rakyat dengan adil dan merata maka barokah Alloh pun turun kepada mereka dan kesejahteraan serta kebahagiaan meliputi mereka dalam naungan rohmat Alloh yang menyuburkan shodaqoh dan membinasakan riba.
Dalam Al Quraan terdapat banyak ayat yang menyejajarkan zakat dengan sholat dan jihad. Bahkan kesediaan untuk mengeluarkan zakat dipandang sebagai indikator utama keislaman seseorang, dan sebagaimana telah diketahui zakat merupakan salah satu dari 5 rukun Islam.

Firman Allah Subahanahu wata’ala dalam Surat At Taubah ayat 11 yang artinya :
“Jika mereka bertobat, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudaramu seagama.”

Sebaliknya seseorang yang enggan berzakat dipandang sebagai orang yang menentang Alloh yang berakibat akan mendapat adzab Alloh Yang Maha Penyantun lagi Maha Pengampun (At Taubah : 34-35). Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam menghukum seorang sahabat yang bernama Tsa’labah karena enggan berzakat dengan isolasi sosial yang berkepanjangan yaitu tidak seorangpun sahabat Rosul yang mau menjalin hubungan atau komunikasi dengannya.