Perwakilan Lampung

LAZ ABA Menyisir Pedesaan Dalam Program APGN – IMT

0 52

PRINGSEWU – Lembaga Amil Zakat Abdurrahman Bin Auf (LAZ ABA) memiliki komitmen yang tinggi untuk membantu guru ngaji, imam dan takmir masjid. Hal tersebut dibuktikan dengan dengan digulirkannya program Aba Peduli Guru Ngaji, Imam Masjid dan Takmir Masjid (APGN – IMTM) pada awal tahun 2019.

Sebagai implementasi program tersebut, Tim LAZ ABA Lampung yang terdiri atas Ustadz Latif Al Imami, Ustadz Abdurrahman Al – Hafizh dan Turiman menuju Pekon (Desa) Gadingrejo Induk, pada hari Rabu (27 Februari 2019). Tujuannya adalah untuk mencari guru ngaji, imam dan takmir masjid/mushola yang tergolong kaum dhuafa, kemudian diberikan bantuan.

Tim menyisir Pekon Gadingrejo Induk bertanya dari rumah ke rumah, akhirnya didapatilah seorang guru ngaji di taman pendidikan Al – Qur’an (TPA) Masjid Al – Jihad yang bernama Frenda Ayu (23 tahun). Frenda Ayu sendiri kesehariannya mengajar di TPA tersebut dan tinggal di rumah yang sangat sederhana. Selain itu, Frenda Ayu juga sudah ditinggal sang ibu sejak lahir. Frenda Ayu bersama – sama 5 tenaga lainnya mengajar sekitar 200 orang santri.

Setelah itu, tim LAZ ABA melanjutkan perjalanan menyisiri rumah dan bertanya ke warga yang dijumpai. Dan didapatilah informasi seorang guru ngaji yang bernama Siti Rohimah disamping TPA Musholla Irsyadul Ibad. Kemudian tim mencari alamat tersebut dan menemukan rumah yang dimksud. Setelah berbincang bincang menyampaikan maksud dan tujuan ternyata ibu Siti Rohimah (42 tahun) juga seorang buruh cuci dan bersih – bersih di rumah orang lain.

Kemudian tim memberikan sejumlah uang tunai dan majalah LAZ ABA. Setelah itu tim mengunjungi rumah bapak Supratno (60 tahun) seorang takmir/pengurus juga marbot Musholla Al Ikhsan Gadingrejo Induk .
Disamping menjadi marbot dan takmir Musholla Al Ikhsan, bapak Suprapto tinggal berdempetan dengan musholla dan hidupnya sangat sederhana.

Ustadz Latif Al Imami mengutarakan untuk menjalankan program APGN – IMTM ini tidaklah mudah karena harus menyisiri keliling kampung dari rumah ke rumah. Dan dari informasi yang didapatkan dari warga yang dijumpai tidak semuanya sesuai dengan kriteria yang dimaksud yaitu guru ngaji, imam dan takmir masjid yang tergolong dhuafa, sehingga harus mencari lagi.

“Namun demikian tim tidak patah semangat karena diantara tujuan program APGN – IMTM ini adalah agar apa yang diberikan oleh LAZ ABA dapat tepat sasaran kepada yang benar – benar membutuhkan,” ujar Ustadz Latif Al Imami.

Ustadz Latif Al Imami berharap dengan program APGN – IMTM ini banyak masyarakat yang mau memperhatikan nasib guru, takmir dan imam masjid khususnya yang dhuafa. Karena dari perbincangan dengan sejumlah guru ngaji dan takmir masjid/musholla, ternyata kesadaran masyarakat untuk membantu guru ngaji secara finansial sangatlah rendah.

“Apalagi yang anaknya belajar di TPA tersebut namun tidak mau infak untuk membantu meringankan beban guru ngaji yang telah mengorbankan tenaga dan sebagian waktunya,” pungkasnya.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.