Perwakilan Lampung

LAZ ABA Mulai Program Rutin Rabu APGN – IMTM

0 54

PRINGSEWU – Selain kaum dhuafa, anak yatim dan mualaf, para guru ngaji, imam serta takmir masjid juga mendapatkan perhatian khusus dari Lembaga Amil Zakat Abdurrahman Bin Auf (LAZ ABA) Lampung. Melalui program baru ABA Peduli Guru Ngaji, Imam Masjid dan Takmir Masjid (APGN – IMTM), LAZ ABA Lampung memberikan santunan kepada guru ngaji, imam dan takmir masjid.

Pada hari Rabu (6 Februari 2019) LAZ ABA Lampung Pokja Pringsewu memulai perdana program tersebut. Tim LAZ ABA yang terdiri atas Ustadz Latif Al Imami selaku ketua Pokja Pringsewu, bersama dua orang relawan yaitu bapak Eko Sulistyo dan Bayu mengunjungi Takmir Masjid Nurul Karim Pekon (Desa) Yogyakarta Kecamatan Gadingrejo.

Dalam kesempatan tersebut, Sariyono selaku takmir masjid menyambut dengan baik kedatangan tim LAZ ABA Pringsewu. Ustadz Latif Al Imami menyampaikan maksud dan tujuan datang sebagai bentuk kepedulian LAZ ABA terhadap takmir masjid yang keseharianya mengurusi masjid. Setelah itu Ustadz Latif Al Imami memberikan Al – Qur’an, buku Islami, majalah LAZ ABA dan uang tunai.

Kemudian seorang guru ngaji di taman pendidikan Al – Qur’an (TPA) Nurul Karim Jogowiryo yang bernama Daryanti serta guru ngaji di TPA Nurul Khasanah Pekon (Desa) Klaten Kecamatan Gadingrejo yang bernama Nurlaila juga mendapatkan hal serupa. Penyerahan bantuan dan lainnya dilakukan dengan cara tim LAZ ABA mendatangi rumahnya.

Baik Sariyono, Daryanti dan Nuraila mengucapkan banyak terimakasih kepada LAZ ABA Lampung yang memiliki kepedulian kepada guru ngaji, imam dan takmir masjid. “Kami ucapkan Jazakallahu Khoiron Khatsiron atas kepedulian LAZ ABA Lampung, semoga amal baik yang diberikan mendapatkan balasan yang setimpal oleh Alloh SWT,” ujarnya kompak.

Sementara itu, Ustadz Latif Al Imami mengatakan sasaran program APGN – IMTM adalah para guru ngaji, imam, dan takmir masjid yang belum mapan secara ekonomi. Dia berharap dengan program tersebut dapat mengingatkan masyarakat begitu pentingnya keberadaan guru ngaji.

“Karena sebagian masyarakat rela membayar ratusan ribu bahkan jutaan rupiah untuk pendidikan umum namun bukan untuk guru ngaji. Padahal merekalah yang mengajarkan Al Qur’an, akhlak dan kebaikan buat anak anak kita. Selain itu kami berharap kepada imam maupun takmir masjid untuk dapat mengajak jamaah di tempat tinggal masing – masing untuk memakmurkan masjid,” pungkasnya. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.