Perwakilan Lampung

Santri Baru Rumah Tahfizh BM ABA di Pekon Klaten Membludak

0 140

PRINGSEWU – Program pembelajaran/tahfizh Al – Qur’an dengan metode tabarak yang digulirkan oleh Rumah Tahfidz BM ABA Lampung di Pekon Klaten Kecamatan Gadingrejo mendapatkan antusias dari para orang tua atau wali murid.

Hal ini dibuktikan dengan membludaknya jumlah santri baru, dari kuota penerimaan 50 santri untuk kelas anak usia 6 – 14 tahun, namun menjadi 60 santri. Dengan waktu belajar hari Senin, Rabu dan Sabtu, mulai pukul 16.00 – 17.30 WIB serta hari Ahad pukul 08.00 – 13.30 WIB.

Ketua Rumah Tahfizh Abdurrahman bin Auf (BM ABA) Latif Al Imami mengatakan pendaftaran untuk kelas anak dan dewasa telah ditutup. Akan tetapi masih menerima santri balita kelas pagi 5 orang lagi.

“Untuk kelas balita masih ada 5 kuota lagi dari jumlah 30 anak. Waktu belajar balita Senin – Rabu pukul 08.00 – 12.30. Santri lama yang di juz 29, 28 dan juz 1 sebanyak 85 orang,” ujar Latif Al Imami.

Dia menjelaskan, metode tabarak ini merupakan yang pertama di Kabupaten Pringsewu. Menurutnya, kelas tahfizh balita dengan metode tabarak telah berhasil mengantarkan anak di usia kurang 5 tahun menjadi huffazh Al – Quran.

“Metode Tabarak merupakan metode tahfizh Al-qur’an yang telah berhasil mengantarkan kakak beradik Tabarak, Yazid dan Zeenah menjadi para huffazh Qur’an diusia kurang dari 5 tahun. Penemu metode ini tidak lain adalah ayahanda mereka sendiri yakni pria kelahiran Mesir Dr.Kamil El-Laboudy,” ujarnya.

Saat proses pembelajaran, kata Latif Al Imami, fasilitas yang diberikan kepada santri balita khususnya diantaranya, minum madu, susu murni (susu kambing goat milk, sari kurma (jus kurma) dan hadiah – hadiah serta lainnya. “Program ini gratis untuk untuk anak yatim dan dhuafa dengan menunjukkan keterangan dari desa/kelurahan. Info WA082375534818,” pungkasnya. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.